in Blog

JPO Rasuna Said Akan Dibongkar? Ini Fakta Terbaru dan Penataan Kawasan Jakarta Selatan

by Miko · August 11, 2026

JPO Rasuna Said akan dibongkar menjadi informasi yang perlu diluruskan karena terdapat sejumlah pemberitaan mengenai pembongkaran infrastruktur di sekitar kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Berdasarkan penelusuran terbaru, pembongkaran yang dilakukan pada 2026 berkaitan dengan tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said, bukan pengumuman pembongkaran seluruh Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sepanjang jalan tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan meresmikan hasil penataan kawasan Jalan Rasuna Said pada 21 Juni 2026 setelah pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak selesai.

Informasi mengenai JPO Jalan Rasuna Said juga bisa membingungkan karena pada Juli 2026 terjadi pembongkaran JPO di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, setelah jembatan tersebut rusak berat akibat ditabrak truk pengangkut alat berat. Dalam proses penanganannya, Jalan H.R. Rasuna Said justru menjadi salah satu jalur alternatif yang disarankan kepada pengguna jalan. Jadi, pembongkaran JPO Tendean dan penataan kawasan Rasuna Said merupakan dua peristiwa yang berbeda.

Apakah JPO Rasuna Said Akan Dibongkar?

Berdasarkan sumber resmi yang ditemukan, belum ada informasi yang menyatakan bahwa seluruh jembatan penyeberangan orang Jakarta di Jalan H.R. Rasuna Said akan dibongkar.

Yang sudah dilakukan pemerintah adalah pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak di kawasan tersebut sebagai bagian dari penataan Jalan Rasuna Said. Setelah proses tersebut selesai, Pemprov DKI meresmikan hasil penataan kawasan pada Juni 2026.

Karena itu, judul atau informasi yang menyebut “JPO Rasuna Said dibongkar” perlu dilihat kembali konteksnya agar tidak mencampurkan pembongkaran tiang monorel dengan pembongkaran JPO.

Tiang Monorel Rasuna Said Memang Dibongkar

Pembongkaran tiang monorel Rasuna Said merupakan bagian dari penataan kawasan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Tiang-tiang tersebut merupakan sisa proyek monorel yang tidak dilanjutkan dan selama bertahun-tahun berada di sejumlah titik jalan. Pemerintah kemudian melakukan pembongkaran untuk menata kembali ruang jalan dan memperbaiki kondisi kawasan.

Pada Juni 2026, Pemprov DKI menyebut penataan Jalan Rasuna Said telah rampung dan diresmikan sebagai bagian dari proyek infrastruktur Jakarta.

Penataan Jalan Rasuna Said Rampung

Hasil penataan Jalan Rasuna Said diresmikan pada 21 Juni 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penataan tersebut diharapkan membantu mengurangi kemacetan di kawasan Jakarta Selatan. Penataan dilakukan setelah pembongkaran tiang monorel mangkrak selesai dikerjakan.

Dengan selesainya pekerjaan tersebut, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pembongkaran struktur lama, tetapi juga bagaimana ruang jalan dapat digunakan secara lebih efektif.

Kenapa Pembongkaran Sering Dikaitkan dengan JPO?

Kebingungan dapat muncul karena beberapa lokasi di Jakarta Selatan mengalami pekerjaan pembongkaran JPO dalam periode yang berdekatan.

Pada 14 Juli 2026, misalnya, JPO di Jalan Kapten Tendean mengalami kerusakan berat setelah ditabrak truk pengangkut crane. Hasil asesmen Dinas Bina Marga menunjukkan kerusakan pada pondasi tiang sehingga JPO harus dibongkar demi keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa tersebut kemudian berdampak terhadap arus lalu lintas di kawasan sekitarnya, termasuk Jalan H.R. Rasuna Said.

JPO Tendean Dibongkar karena Rusak Berat

JPO Rasuna Said Akan Dibongkar

JPO di Jalan Kapten Tendean bukan dibongkar karena program penataan biasa.

Jembatan tersebut rusak setelah sebuah truk pengangkut alat berat menabraknya pada dini hari. Pemerintah kemudian melakukan evakuasi dan pembongkaran untuk mencegah risiko terhadap pengguna jalan.

Pembongkaran dimulai setelah jam sibuk pagi dengan pengaturan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan dan kepolisian. Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah titik pengaturan lalu lintas selama proses tersebut.

Jalan Rasuna Said Menjadi Jalur Alternatif

Saat pembongkaran JPO Tendean berlangsung, masyarakat diimbau menghindari Jalan Kapten Tendean untuk sementara.

Pemprov DKI menyebut beberapa jalur alternatif, termasuk Jalan H.R. Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kemang Raya, dan Jalan Antasari.

Namun, peningkatan volume kendaraan di jalur alternatif tersebut kemudian ikut menimbulkan kepadatan. Laporan pada sore hari 14 Juli 2026 mencatat kemacetan tersebar di sejumlah titik, termasuk Jalan Rasuna Said.

Dampak Pembongkaran JPO terhadap Lalu Lintas

Pembongkaran JPO membutuhkan penggunaan alat berat dan pengaturan ruang jalan. Kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas jalan untuk sementara.

Dalam kasus JPO Tendean, kemacetan bahkan merambat ke Jalan Gatot Subroto dan kawasan Kuningan. Kendaraan bergerak lebih lambat karena sebagian arus harus dialihkan.

Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan infrastruktur di satu titik Jakarta Selatan dapat memberikan dampak terhadap ruas jalan lain yang menjadi jalur alternatif.

Bagaimana Kondisi Kawasan Rasuna Said?

Setelah pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan, pemerintah berharap Jalan Rasuna Said memiliki kondisi yang lebih tertata.

Penataan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur dan mengoptimalkan ruang jalan. Pemprov DKI juga menyampaikan keyakinan bahwa perubahan kawasan dapat membantu mengurangi persoalan kemacetan.

Kawasan Rasuna Said sendiri merupakan salah satu koridor penting di Jakarta Selatan karena dikelilingi kawasan perkantoran, pusat bisnis, fasilitas publik, serta terhubung dengan sejumlah moda transportasi.

Apakah Semua JPO di Jakarta Akan Dibongkar?

Tidak.

Pembongkaran JPO biasanya dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan tertentu. Salah satu contohnya adalah JPO Tendean yang harus dibongkar karena mengalami kerusakan berat setelah tertabrak kendaraan.

Sementara itu, pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said memiliki konteks berbeda karena berkaitan dengan penataan kawasan dan penghilangan struktur proyek lama yang mangkrak.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menyimpulkan bahwa setiap pembongkaran infrastruktur di Jakarta berarti seluruh JPO akan dihilangkan.

Pentingnya JPO bagi Pejalan Kaki

JPO tetap menjadi salah satu fasilitas penting bagi pejalan kaki di jalan dengan volume kendaraan tinggi.

Pembongkaran sebuah JPO perlu mempertimbangkan akses penyeberangan alternatif. Jika jembatan tidak dapat digunakan, pemerintah perlu memastikan tersedia fasilitas yang aman bagi pejalan kaki, seperti pelican crossing atau akses penyeberangan lain yang sesuai.

Aspek keselamatan menjadi sangat penting karena jalan-jalan utama Jakarta memiliki arus kendaraan yang padat.

Penataan Infrastruktur Harus Memperhatikan Pejalan Kaki

Modernisasi jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran kendaraan.

Penataan infrastruktur Jakarta 2026 juga perlu memperhatikan pejalan kaki, pengguna transportasi umum, pesepeda, dan kelompok rentan. Infrastruktur yang lebih tertata idealnya membuat seluruh pengguna jalan mendapatkan akses yang aman.

Karena itu, setiap rencana pembongkaran JPO seharusnya disertai informasi mengenai fasilitas pengganti atau jalur penyeberangan yang dapat digunakan masyarakat.

JPO Rasuna Said akan dibongkar belum dapat dipastikan berdasarkan informasi resmi yang ditemukan. Tidak ada keterangan terbaru yang menyatakan seluruh JPO di Jalan H.R. Rasuna Said akan dibongkar. Yang sudah dilakukan adalah pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak sebagai bagian dari penataan kawasan Jalan Rasuna Said, yang hasilnya kemudian diresmikan Pemprov DKI pada 21 Juni 2026.

Sementara itu, JPO yang memang dibongkar pada 2026 adalah JPO di Jalan Kapten Tendean. JPO tersebut mengalami kerusakan berat setelah ditabrak truk pengangkut alat berat dan dinilai perlu dibongkar demi keselamatan pengguna jalan.

Dengan demikian, informasi mengenai JPO Jakarta Selatan perlu dibedakan berdasarkan lokasi. Pembongkaran JPO Tendean merupakan penanganan akibat kerusakan, sedangkan pembongkaran struktur di Rasuna Said berkaitan dengan tiang monorel mangkrak dan penataan kawasan.

FAQ

Apakah JPO Rasuna Said akan dibongkar?

Belum ada informasi resmi yang menyatakan seluruh JPO di Jalan H.R. Rasuna Said akan dibongkar.

Apa yang dibongkar di Jalan Rasuna Said?

Yang dibongkar adalah tiang-tiang monorel mangkrak sebagai bagian dari penataan kawasan Jalan Rasuna Said.

JPO mana yang dibongkar pada Juli 2026?

JPO yang dibongkar adalah JPO di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, setelah mengalami kerusakan berat akibat ditabrak truk pengangkut alat berat.

Apakah pembongkaran JPO Tendean berdampak ke Rasuna Said?

Ya. Jalan Rasuna Said menjadi salah satu jalur alternatif ketika Jalan Kapten Tendean mengalami penanganan, dan kepadatan lalu lintas kemudian terjadi di sejumlah ruas termasuk Rasuna Said.

Kapan penataan Jalan Rasuna Said diresmikan?

Hasil penataan kawasan Jalan Rasuna Said diresmikan pada 21 Juni 2026 setelah pembongkaran tiang monorel mangkrak selesai.

You may also like