jakarta hari ini

Wisata sejarah di Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta
Loading
Center map
Traffic
Bicycling
Transit

Sisi lain dari Jakarta, kota tua jakarta yang eksotik dan penuh sejarah.

Siapa sangka bahwa ibukota yang kini kita kenal dengan nama Jakarta, dahulunya merupakan sebuah kota tua kecil yang luas daerahnya tak lebih dari 15 hektar? Siapa sangka bahwa sebuah tempat yang dulunya bernama daerah Sunda Kelapa, bertransformasi menjadi ibukota yang aktivitasnya seolah tak putus meski dibatasi 24 jam dalam sehari? Ya, inilah Kota Tua Jakarta, sebuah saksi bisu yang menyaksikan segala perubahan dan perkembangan ibukota hingga saat ini.
Bila Anda pernah menyaksikan beberapa film pendek, sinetron, ftv, atau tayangan-tayangan lainnya yang menyajikan pemandangan-pemandangan kota klasik di zaman dahulu kala, bisa jadi shooting pengambilan gambar tersebut dilakukan di Kota Tua. Kota Tua yang dahulunya merupakan pusat pemerintahan Hindia Belanda saat Belanda masih menjajah Indonesia, sekarang dilestarikan oleh pemerintah sebagai warisan sejarah dan budaya di Indonesia.

Museum Fatahillah Kota Tua

Museum Fatahillah Kota Tua

Dibangun di atas wilayah kecil di tepi timur sungai ciliwung, keindahan kota ini dianggap sebanding dengan Amsterdam, dengan rancangan bangunan yang klasik, berkelas, dan eksotis. Beberapa gedung masih dijaga dan dirawat keasliannya, namun terdapat juga beberapa gedung di Kota Tua yang kurang terawat dan tidak difungsikan. Beberapa gedung tersebut kini dialihfungsikan dari fungsi aslinya menjadi gedung museum.
Terdapat beberapa museum di Kota Tua Jakarta, di antaranya yaitu Musem Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bank Mandiri. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai sejarah Kota Tua, maka Anda dapat mengunjungi Museum Fatahillah yang menampilkan jejak sejarah Jakarta dari masa prasejarah hingga berdirinya kota Jakarta. Museum Fatahillah ini dahulu berfungsi sebagai gedung adminisrasi perkantoran dan juga memiliki ruang pengadilan berupa penjara bawah tanah lengkap dengan bola besi pemberat bagi tahanan.

Sepeda onthel kota tua

Sepeda onthel kota tua

Untuk dapat melakukan wisata sejarah di Kota Tua Jakarta, Anda dapat menyewa sepeda onthel yang dapat ditunggangi oleh 2 orang, lengkap dengan topi ala meneer yang disediakan untuk Anda. Tarif sewa sepeda onthel ini rata-rata Rp20.000 untuk setiap 30 menit dan Rp30.000 untuk setiap satu jamnya. Jangan lupa untuk mengabadikan momen wisata Anda di Kota Tua Jakarta dengan mengambil foto di berbagai sudut kota. Namun, Anda perlu sedikit berhati-hati mengendarai sepeda onthel ini. Hal ini dikarenakan sepeda onthel tersebut benar-benar sepeda onthel asli yang belum memiliki sistem persneling seperti sepeda modern saat ini, sehingga Anda akan benar-benar menggunakan tenaga Anda untuk menggenjot setiap kayuhan sepeda mengelilingi Kota Tua, terlebih apabila Anda menaiki sepeda bersama pasangan Anda yang dibonceng di bagian belakang sepeda.

Menara Syahbandar kota tua

Menara Syahbandar kota tua

Jika Anda bosan melihat pemandangan dengan berkeliling di seluruh penjuru kota, Anda dapat mencoba melihat pemandangan dari sudut yang lebih tinggi, yaitu dengan menaiki Menara Syahbandar. Menara ini dulunya merupakan tempat pengawasan dan pemandu kapal yang keluar masuk ke pelabuhan Sunda Kelapa. Dahulu, menara yang berada di Kota Tua Jakarta ini merupakan titik nol kota Jakarta sebelum pada akhirnya titik nol tersebut dipindahkan ke Monumen Nasional (Monas).
Dikarenakan posisi geografisnya yang berdekatan dengan laut, cuaca di Kota Tua Jakarta cukup terik dan menyengat. Bila Anda berencana untuk berwisata ke Kota Tua Jakarta, maka ada baiknya untuk mempersiapkan diri dengan sunblock lotion dan pakaian yang tidak terlalu terbuka. Bagi Anda yang mengajak anak-anak atau anggota keluarga yang masih kecil, Anda dapat memanfaatkan jasa berfoto dengan beberapa figur kartun yang ada di pelataran Kota Tua Jakarta. Disarankan agar Anda mendatangi Kota Tua Jakarta pada akhir pekan, dikarenakan lalu lintas pada hari-hari kerja di daerah sekitar Kota Tua cukup padat dan sering menimbulkan kemacetan.

1 Comment

  1. Pingback: Sejarah Museum Bank Indonesia - jakarta hari ini

Tinggalkan Balasan