jakarta hari ini

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Stadion serbaguna yang berada di Jakarta ini adalah bagian dari Gelanggang Olahraga Bung Karno. Pada umumnya stadion ini telah sering digunakan sebagai area pertandingan sepak bola kelas internasional. Pemilihan nama stadion ini guna menghormati jasa Soekarno selaku Presiden pertama di Indonesia yang juga termasuk tokoh yang memiliki gagasan untuk membangun komplek olahraga. Pada masa orde baru, nama stadion ini sempat diganti menjadi Stadion Utama Senayan namun seiring bergulirnya reformasi di tahun 1998 maka nama stadion ini kembali pada asalnya dengan Surat keputusan Presiden.

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Stadion yang sudah tidak asing bagi penduduk Indonesia ini adalah satu – satunya Stadion berukuran besar dan satu – satunya yang memiliki standar Internasional di Indonesia. Lokasi olahraga yang dikenal dengan singkatan SUGBK atau GBK ini biasa digunakan saat pertandingan Timnas Indonesia untuk menghadapi tim pesebak bola dari negeri lain. Walaupun sudah banyak dikenal, tak banyak yang mengetahui Sejarah Stadion Gelora Bung Karno. Salah satu stadion terbesar di Asia Tenggara ini dibangun karena adanya keinginan Presiden pertama yang kala itu ingin menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Asia Games yang saat ini namanya sudah berubah menjadi Sea Games.

Tawaran Soekarno untuk mengadakan Asia Games kala itu disambut baik oleh pihak penyelenggara olympiade. Mulai saat itulah semangat presiden pertama ini semakin menggelora dengan memerintahkan pendirian Stadion terbesar di Indonesia yang kemudian di beri nama Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kapasitas awal di dalamnya mencapai 100.000 orang. Proses pembangunannya di mulai saat pertengahan tahun 1958 dan melewati fase penyelesaian kuartal ketiga di tahun 1962. Sebelum diadakannya Piala Asia 2007, stadion ini mengalami renovasi sehingga mengurangi kapasitas pengunjung menjadi 88.083 penonton saja.

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Konsep yang dicanangkan oleh Soekarno memiliki konsep modern serta hijau. Hingga akhirnya semua terwujud dan berjalan dengan baik, bahkan sudah bertandar Internasional. Luasnya stadion ini dahulu membuat 4 desa harus dikorbankan dan lebih dari 60.000 penduduk di ungkikan sementara. Sampai pada akhirnya diresmikan tanggal 23 Desember 1958 dan menyedot dana sebesar 12,5 Juta Dollar AS. Pembangunan yang dibantu oleh Uni Soviet ini mempunyai keistimewaan yang ada pada bagian atap temu gelang yang membntuk oval. Dengan sumbu bangunan mencapai 354 meter dari utara ke selatan, sedangkan sumbu pendek dari timur kebarat mencapai panjang 325 meter. Lapangan sepakbola didalamnya memiliki ukuran 105 x 70 meter. Stadion ini juga dikelilingi jalan lingkar luar yang sering digunakan untuk olahraga memiliki panjang 920 meter.

Stadion ini dikelola oleh Yayasan Gelora Bung Karno yang sampai saat ini masih dipercaya untuk menjadi operator kompleks. Kawasan ini telah menyusut hampir 50 % karena adanya penyimpangan sehingga stadion ini yang awalnya memiliki luas 279,1 hektar menyusut menjadi 136,84 hektar saja. Hal ini terjadi karena adanya berbagai pembangunan oleh pemerintah demi majunya Indonesia.

Beragam kegiatan sering diadakan di dalam maupun disekitar stadion nan megah ini. Selain digunakan untuk sepakbola skala nasional dan internasional, gelora bung karno ini telah dimanfaatkan untuk beragam acara seperti kampanye partai politik, acara besar keagamaan, konser musik, ujian masuk CPNS, dan acara peringan hari besar. Sedangkan pada bagian sekitar stadion sering disinggahi penduduk kota Jakarta untuk menikmati olahraga pagi maupun kala sore hari. Sehingga tidak heran bila disini selalu ramai oleh kegiatan penduduk seperti lari pagi, sepedahan, bermain sepatu roda dan banyak lagi lainnya.

Tinggalkan Balasan