jakarta hari ini

Santap Masakan Khas Indonesia di Lara Djonggrang di Menteng

Lara Djonggrang di Menteng
Center map
Traffic
Bicycling
Transit

Menyantap makanan khas Indonesia sambil mengingat legenda asal nusantara bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Sehingga tidak hanya lidah saja yang dimanjakan tetapi pengetahuan dan rasa cinta kepada tanah air juga akan diperoleh. Terlebih lagi jika tempatnya sarat akan nilai historis yang tinggi dan nyaman, menyantap makanan akan lebih lahap. Salah satu tempat yang menyuguhkan keunggulan-keunggulan tersebut bisa ditemukan di kawasan Jakarta Pusat di sebuah Restoran yang istimewa bernama Lara Jonggrang. Terletak di Jalan Teuku Cik Di Tiro, restoran ini diresmikan oleh gubernur DKI Sutiyoso pada tahun 2005. Tujuan awal dibangunnya Lara Djonggrang adalah untuk melestarikan budaya dan legenda nusantara yang hampir terlupakan.

Lara Djonggrang di Menteng

Lara Djonggrang di Menteng

Lara Djonggrang menyajikan makanan-makanan khas Indonesia dan suasana sejarah serta budaya asli Indonesia. Sambil menyantap makanan, pengunjung akan mendengarkan legenda mengenai candi prambanan dengan Lara Djonggrang dan Bandung Bondowoso sebagai tokoh utamanya. Suasana yang ditampilkan oleh restauran ini sangat khas Indonesia dan membuat pengunjung merasakan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Alunan gamelan yang terdengar merdu dengan ditemani nyala lampu teplok dan lilin-lilin yang melekat pada tembok. Selain itu kebudayaan khas Indonesia juga ditampilkan melalui benda-benda pajangan yang ada di sini. Lara Djonggrang merupakan persembahan dari Hotel Tugu dan barang-barang yang ada di dalamnya merupakan kepunyaan dari pemilik hotel tersebut.

Semua barang yang ada di tempat ini memiliki nilai seni yang sangat tinggi namun tidak dijual. Tidak hanya sekedar makan, acara reuni atau rapat bisnis juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan Ruangan Lara Djonggrang yang memiliki kapasitas 25 orang dan memberikan kesan romantis. Di dalam restoran ini ada sebuah bar bernama La Bihzad Lounge. La Bihzad Lounge merupakan lounge bergaya eksklusif yang mengandung nilai historis yang tinggi dan menyuguhkan kebudayaan asli negara Afghanistan. La Bihzad sendiri diambil dari nama seniman terkenal asal Afghanistan yang karyanya sangat indah namun pada akhirnya dihancurkan. Tempat makan di sini memiliki keunikan tersendiri misalnya ruang makan di atas kolam dan bernuansa antik. Bukan sekedar tempat makannya
yang unik namun makanannya juga menarik.

Lara Djonggrang di Menteng

Lara Djonggrang di Menteng

Makanan andalan di Lara Djonggrang adalah semacam seafood seperti lobster, kerang dan cumi yang diletakan di atas wadah berbentuk kapal. Ada pula macam-macam sate seperti sate ayam, kambing dan sate lilit serta jenis-jenis sate yang lain. Menu unik lainnya adalah nasi kepulauan. Nasi kepulauan adalah sepiring nasi gurih yang disajikan dalam bentuk menyerupai kepala arjuna di atas piring bermotif batik khas Cirebon. Untuk makanan penutup ada es yang bermacam-macam. Misalnya es mahameru berbentuk gunung dengan buah-buahan yang menggoda selera dan yang paling enak dan langka adalah es siwalan. Es Siwalan terbuat dari cincau, kelapa muda dan buah lontar yang jarang ditemukan di kota-kota besar.

Karena tampilannya yang khas Indonesia, Lara Djonggrang di Menteng banyak dikunjungi oleh wisatawan manca karena menyajikan suasana dan masakan yang Indonesia asli dan para pejabat. Selain tergiur dengan suasana restauran, mereka juga menyukai masakan khas Indonesia yang dijual di sini seperti Kangkung Plecing dari Lombok, Udang masak asam garam dari NTT, Nasi Jamblang dari Cirebon, Nasi Kapau dari Padang. Pengunjung restauran bisa berkeliling ke seluruh restauran setelah atau sebelum menyantap makanan. Inilah ciri khas dan keunggulan dari Lara Djonggrang. Tempat ini juga bisa digunakan untuk sesi foto pre wedding dan resepsi pernikahan dengan kapasitas 450 orang.

Tinggalkan Balasan