jakarta hari ini

Nikmatnya Berlibur sambil Belajar di Museum Layangan Indonesia

Museum Layangan Indonesia

Libur sekolah yang panjang memang sudah selayaknya diisi dengan liburan. Akan tetapi liburan saja tidaklah cukup dan pastinya akan terasa membosankan jika tidak diselingi dengan hal hal lain. Salah satunya dengan berkunjung ke Museum Layangan. Museum yang punya 600 koleksi layangan dari seluruh nusantara dan mancanegara ini layak anda jadikan salah satu tujuan wisata bersama keluarga.

Museum Layangan Indonesia

Museum Layangan Indonesia

Museum Layangan atau yang juga dikenal dengan sebutan Museum Layang Layang sendiri merupakan museum pertama di Indonesia. Museum ini didirikan oleh Endang W. Puspoyo pada tahun 2003. Beliau merupakan seorang pakar kecantikan yang menekuni dunia layangan sejak tahun 1985. Beliau awalnya mendirikan Merindo Kites and Gallery yang main bussinessnya menjual layangan beragam bentuk dan ukuran. Dari galeri inilah kemudian muncul ide untuk mendirikan Museum Layangan.

Sebagai Museum Layang Layang pertama di tanah air, museum ini sudah pernah mendapatkan penghargaan kepariwisataan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata setahun setelah didirikan. Selanjutnya, di tahun 2011, ia berhasil memecahkan rekor MURI berkat pameran dan pembuatan layangan raksasa berbentuk diamond.

Anda yang tertarik untuk berkunjung ke museum ini disarankan untuk memastikan terlebih dulu apakah ada rombongan yang juga berkunjung. Hal ini dilakukan agar nantinya anda dan keluarga bisa lebih leluasa mendengarkan penjelasan dari pemandu sekaligus bertanya mengenai koleksi layangan yang ada di museum. Disarankan untuk memilih berkunjung di akhir pekan atau hari libur, karena pengunjung museum tidak begitu ramai di hari hari tersebut.

Berbicara mengenai koleksi layangannya, Museum Layangan memiliki beberapa layangan raksasa yang diklaim sebagai layangam terbesar di Indonesia. Salah satunya adalah layangan raksasa yang diberi nama Megaray. Layangan ini berukuran 9 x 26 meter. Selain dijadikan sebagai koleksi museum, layangandengan ukuran besar tersebut juga disewakan untuk keperluan pameran atau kegiatan tertentu.

Selain layangan berukuran raksasa tadi, ada juga layangan unik yang berasal dari Kalimantan Selatan. Layangan ini harus diterbangkan sepasang dan biasanya diberi gantungan alat musik yang mirip dengan seruling. Adanya tambahan alat musik tersebut membuat layangan dari Kalsel tersebut menghasilkan bunyi musik saat diterbangkan dan diterpa angin.

Museum Layangan Indonesia

Museum Layangan Indonesia

Setelah lelah melihat koleksi layangan nusantara dan mancanegara, anda bisa beristirahat sejenak sambil menonton video layangan. Selain menonton video, anda juga bisa mengajak buah hati anda untuk belajar membuat dan melukis layangan sendiri. Meski nantinya akan dikenakan biaya tambahan untuk bisa membuat dan melukis layangan, anda tetap akan puas dengan hasilnya karena bisa langsung diterbangkan dan dibawa pulang.

Selain membuat dan melukis layangan, anda juga bisa mencoba membuat dan melukis keramik, kaos, payung, wayang dan membatik. Sama halnya dengan membuat dan melukis layangan, kegiatan ini akan dikenakan biaya tambahan yang berkisar antara Rp 35.000,- sampai Rp 50.000,-.

Tertarik untuk berkunjung ke Museum Layangan? Segera hubungi bagian reservasinya untuk mendapatkan jam kunjungan yang tidak berbarengan dengan rombongan lainnya. Sekedar informasi, museum ini buka dari hari Senin sampai Jumat, mulai jam 9 sampai jam 4 sore. Untuk harga tiket masuknya sendiri cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000,- untuk usoa 3 tahun keatas. Harga tiket masuk tersebut sudah termasuk touring museum dengan ditemani seorang pemandu, pemutaran videp layangan dan membuat layang layang paperfold.

Jika anda berencana membawa serta buah hati anda, khususnya yang berumur dibawah 3 tahun, jangan lupa untuk siapkan bekal khusus karena museum ini jauh dari resto dan mall. Sementara itu, pihak pengelola museum hanya menyediakan minuman ringan.

2 Comments

  1. Nita

    wah bervariasi sekali layangan yang ada di sana. wisata yang edukatif, tertarik deh ajak suami dan anak-anak kesana. ngomong-ngomong, untuk kelas membatik dan membuat layangannya apakah bisa diikuti juga oleh orang dewasa seperti saya, sekaligus menemani anak? 😀

  2. blogger (Post author)

    Bisa banget koq mbak 😀

Tinggalkan Balasan