jakarta hari ini

Menyusuri Eloknya Taman Suropati Jakarta

taman suropati

Meskipun dikenal sebagai kota metropolitan dengan kesibukan dan polusi yang luar biasa, Kota Jakarta tetap punya tempat yang menyenangkan untuk rekreasi atau sekedar melepas penat. Salah satu kawasan elok di tempat yang strategis kota Jakarta adalah Taman Suropati. Nama taman ini diambil dari nama salah satu pahlawan di Indonesia. Lokasi taman ini cukup unik karena terletak di pertemuan 3 jalan utama di Jakarta yaitu Jalan Imam Bonjol, Teuku Umar dan Diponegoro yang berada pada pusat kawasan Menteng. Taman yang terletak pada pusat kota ini memiliki keindahan dan berbagai macam pepohonan yang menyejukan seperti pohon mahoni, ketapang dan sawo kecik. Di sebelah utara Taman Suropati ada Jalan Diponegoro yang terletak di Jakarta Pusat sedangkan di sebelah timurnya ada puluhan pedagang barang-barang antik yang menjajakan dagangannya.
Sebagaimana taman-taman lain di tengah kota di Indonesia pada umumnya, Taman Suropati merupakan karya arsitektur era kolonial Belanda. Taman Suropati ini dirancang oleh dua orang arsitektur asal negeri kincir angin yang bernama Moojen dan Kubatz. Awalnya Taman Suropati bernama Burgemeester Bisschopplein yang diambil dari nama Burgemeester (walikota) Batavia pertama yaitu GJ Bisschop yang memerintah pada tahun 1916-1920. Taman Suropati ini dahulu adalah sebuah bukit namun dipangkas hingga menjadi tanah yang lapang dan datar. Lapangan ini lambat laun ditumbuhi oleh bunga-bunga yang cantik dan pepohonan pada tahun 1920. Hingga akhirnya lapangan ini menjelma menjadi area persitirahatan dan tempat rekreasi sejumlah orang.

taman suropati

taman suropati

Lapangan ini kemudian dijadikan taman tengah kota dan justru menggantikan lapangan bundar luas yang ada dalam rencana Moojen. Rencana Moojen adalah rancangan pola Menteng yang dibuat oleh Moojen yang akan dibentuk pola radial dan disetujui oleh dewan kota praja pada tahun 1912. Saat ini Taman Suropati menjadi kawasan elok dan nyaman di tengah kota Jakarta. Hampir setiap hari khususnya saat akhir pekan, taman ini menjadi sarana rekreasi warga Jakarta dan para pelancong. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini seperti olahraga, jalan-jalan atau bahkan mengerjakan tugas sekolah atau kampus karena taman ini dilengkapi dengan fasilitas wifi yang memiliki kecepatan tinggi yang cocok untuk mengakses berbagai informasi di dunia maya.

patung taman suropati

patung taman suropati

Tidak hanya itu, di dalam Taman Suropati ada berbagai karya seni berbentuk patung yang merupakan hasil karya 6 seniman besar di Asia Tenggara yaitu seniman asal Thailand,Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam. Uniknya patung-patung ini membawa makna yang ingin disampaikan oleh penciptanya dan setiap makna berbeda antara satu negara dengan negara yang lain. Seperti seniman asal Thailand yang memaknai karyanya dengan arti patung “persaudaraan”. Sementara seniman dari tanah air kita membawa misi “perdamaian” yang disampaikan lewat hasil karyanya dan negeri singa atau singapura menyampaikan pesan “semangat” dalam patung yang ada di taman ini. Sedangkan seniman negeri serumpun yaitu Malaysia membawa pesan “perdamaian, harmoni dan persatuan” dan Brunei Darussalam menyampaikan pesan “lahir kembali”.
Patung-patung tersebut sangat mengagumkan dan sekaligus membuktikan bahwa Taman Suropati bukan hanya tempat yang cocok untuk rekreasi atau duduk-duduk saja tetapi juga bisa menjadi tempat menyalurkan bakat kesenian. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan diri sebagai kelompok musik Suropati Chambers yang terdiri dari pemain biola dan gitar yang selalu berlatih di tempat ini pada hari minggu pagi hingga sore hari.

Tinggalkan Balasan