jakarta hari ini

Mengenal Sejarah Museum Fatahilah Jakarta

Museum Fatahillah
Loading
Center map
Traffic
Bicycling
Transit

Kota Jakarta selain terkenal dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi ternyata juga menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Salah satu sarana untuk mengenal lebih jauh sejarah mengenai ibu kota negara tersebut adalah dengan mengunjungi Gedung Fatahilah atau museum Fatahilah. Tempat ini disebut juga dengan museum sejarah jakarta. Bangunan ini terdiri dari 3 lantai dengan gaya arsitektur bangunan seperti pada abad 17. Melalui koleksinya, pengunjung bisa mempelajari sejarah kota Jakarta mulai jaman pra sejarah hingga sekarang. Barang-barang koleksi yang dipajang di museum Fatahilah merupakan perpaduan gaya Eropa, China dan pribumi. Koleksi-koleksi yang ditampilkan menceritakan sejarah perjalanan Jakarta

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

Museum Fatahilah memiliki cat kuning tanah dan kusennya yang terbuat dari kayu jatiberwarna hijau tua. Di pelataran gedung, terdapat sebuah kolam yang dihiasi oleh pohon tua. Luasnya Museum Fatahilah sekitar 1300 meter persegi. Museum ini berisi replika peninggalan Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian Arkeologi Jakarta, serta mebel-mebel antik yang pernah ada pada abad 17-19. Di samping itu ada pula keramik, gerabah dan batu prasasti. Sebagian diisi dengan barang-barang kebudayaan khas masyarakat betawi dan patung Dewa Hermes yang menjadi simbol kesejahteraan dalam mitologi Yunani. Di gedung ini, terdapat bekas penjara bawah tanah pada era kolonial Belanda.

Sejarah terbentuknya gedung ini bermula ketika gudang perusahaan Geo Wehry dan Co dibeli oleh Yayasan Oud Batavia yang ingin mendirikan museum mengenai sejarah perjalanan Batavia. Akhirnya gedung yang menjadi tonggak awal berdirinya museum lama Jakarta tersebut mulai dibuka pada tahun 1939. Setelah itu, pada tahun 1968 museum lama ini diserahkan kepada pemda DKI dan tepat tahun 1974 museum ini diresmikan oleh gubernur DKI Ali Sadikin. Museum Fatahilah ini lalu dirombak menjadi tempat rekreatif dan edukatif yang dipersembahkan untuk seluruh rakyat indonesia baik dewasa maupun anak-anak. Setiap benda peninggalan yang antik diberikan keterangan yang menunjukan sejarah kota Batavia sejak zaman prasejarah hingga saat ini untuk menambah wawasan pengunjung

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

Sejarah Museum Fatahilah seolah ingin menampilkan jati diri Jakarta yang merupakan pusat pertemuan budaya dan suku baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sejak tahun 2001, museum ini menyelenggarakan berbagai kegiatan kesenian setiap minggu pertama dan ketiga setiap bulannya. Terdapat sebuah pertunjukan teater yang bertemakan keadilan sering dipentaskan di pelataran gedung ini. Sebelum dijadikan museum, gedung Fatahilah dijadikan balaikota kedua oleh gubernur jenderal Jan Pieterzoon Coen dan mulai dibangun pada tahun 1620. Pada akhirnya tempat ini dinamakan Gedung Fatahilah untuk menghormati pendiri kota Jakarta bernama Panglima Fatahilah

Bahan koleksi museum sungguh bermacam-macam ada yang terbuat dari logam, batu, kayu, kaca dan porselen. Yang paling terkenal dan wajib diketahui oleh setiap pengunjung museum adalah meriam si Jagur dan patung dewa Hermes. Museum Fatahilah juga dilengkapi dengan perpustakaan, kantin, toko souvenir, sinema Fatahilah, ruang pertemuan dan pameran. Perpustakaan diisi dengan jumlah koleksi buku 1200 judul. Dimana beberapa buku yang dipajang adalah buku lama berbahasa Belanda, Perancis dan Inggris. Sedangkan kantin museum menyediakan makanan dan minuman khas betawi. Jika ingin membeli cindera mata khas Jakarta, jangan lupa mengunjungi souvenir shop di dalam gedung ini. Bagi penggemar film, terdapat tempat bernama sinema fatahilah yang biasanya menampilkan film-film populer baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

 

Tinggalkan Balasan