jakarta hari ini

Ciptakan Website Lukisan Grafity, Salah Satu Cara Pemerintah Dukung Komunitas Grafity

Komunitas Grafity

Seni itu merupakan salah satu hal yang bisa membuat seseorang itu ekspresif. Memang terkadang pencipta seni dapat dikatakan gila. Namun, itulah cara mereka mengekspresikan sebuah seni. Seni bukan hanya diciptakan untuk mengeluarkan ekspresi peseni itu sendiri, tetapi seni juga dapat memberikan sebuah informasi menarik untuk penikmatnya. Misalnya saja, gambar karikatur. Gambar-gambar karikatur tersebut bukan hanya sekadar gambar, tetapi gambar tersebut juga merupakan sindiran untuk seseorang. Selain itu, banyak seni-seni dalam bentuk lain yang bisa menjadi pelaku menyampaikan informasi, seperti foto, lagu, gambar, dsb. Untuk gambar sendiri juga terbagi menjadi banyak, salah satunya ialah grafity. Seni tulisan ini bukan hanya membuat bentuk tulisan yang biasa saja, tetapi mereka juga membuat dengan melihat bagaimana bentuk susunan hurufnya agar memancarkan estetika yang indah.

Seni grafity ini merupakan seni lukis. Mereka melukis gambar maupun tulisan dengan menggunakan cat. Namun, selama ini pelukis grafity atau pelukis mural ini masih dipandang sebagai pelaku vandalisme. Hal ini terjadi karena mereka lebih sering membuat lukisan dengan kritik sosial yang dilukis di tembok-tembok fly over dan fasilitas umum lainnya. Mereka seringkali terhambat tempat untuk bisa berkarya, karena adanya kendala pemerintahan yang tidak boleh mengotori tempat-tempat umum, sehingga grafity menjadi terhambat karena takut kepergok polisi ketika melakukan karya tersebut.

Dulu lukisan grafity ini memang lebih bersifat kritikan sosial sarkasme, tetapi sekarang para bomber atau sebutan untuk pelukis grafity ini membuat lukisan hanya untuk memperindah tempat dengan karya grafity mereka. Mereka bukan hanya membentuk tembok-tembok fly over menjadi putih maupun abu-abu polos, tetapi mereka menyulap tembok-tembok tersebut agar tidak monoton dengan menambahkan berbagai lukisan grafity yang berwarna-warni. Seni tersebut juga mendapat dukungan untuk menunjang tempat-tempat pariwisata di Jakarta. Keinginan mereka untuk berkarya sangat tinggi, tetapi lahan dan ruang yang terbatas membuat mereka tidak bisa mengekspresikannya. Padahal di negara-negara besar, seperti Inggris, Australia, Berlin, London, dan New York mempunyai hak penuh untuk bisa meletakkan grafity-grafity.

Grafity yang ada di negara besar tersebut justru mendapat dampak positif bagi pariwisata negara. Para bomber mampu membuat lukisan-lukisan selamat datang atau meramahkan para turis asing ketika mengunjungi kota mereka. Hal tersebut juga memberikan keuntungan bagi pariwisata negara, karena dengan membuka keluasan tersebut dapat menciptakan pemuda-pemuda kreatif. Lain di Indonesia, Komunitas grafity sulit menemukan tempat yang bisa membuat lukisan-lukisan grafity. Kini semua lukisan grafity dihapus dan digantikan dengan warna tembok abu-abu polos. Namun, sekarang bomber menjadi lebih aman, karena adanya komunitas grafity menjadi pemerintah dapat menempatkan mereka di sebuah website #BomberJKTID. Wesiter tersebut memiliki banyak anggota dan ada bomber-bomber profesional.

Awalnya gambar yang akan digunakan harus diupload terlebih dahulu ke dalam website tersebut. Selanjutnya gambar akan diseleksi terlebih dahulu. Kemudian, gambar-gambar yang akan diterapkan pemerintah memberikan tempat di tembok-tembok yang sudah tidak terpakai. Selain itu, gambar bisa diterapkan ditembok yang sudah kotor atau tembok dengan gambar grafity yang sudah tidak relevan dengan keadaan sekarang. Dengan cara seperti ini, para polres harus mengecek di dalam web tersebut jika ingin menangkap bomber tersebut. Semua bomber dalam komunitas #BomberJKTID sudah terdaftar menjadi member, sehingga dapat diselidiki mana bomber legal atau ilegal. Data yang dimasukkan ketika menjadi member dari komunitas tersebut juga berdasarkan data diri seperti KTM atau kartu pelajar, sehingga ketika tertangkap polisi mereka harus bisa menunjukkan bukti bahwa bomber ialah anggota legal.

Tinggalkan Balasan